Yusril: Kaji ulang semua konsep negara kepulauan kita !

Saya diberikan kesempatan untuk menyampaikan visi dan program Pembangunan Indonesia sebagai sebuah negara kepulauan dengan titik berat k...

Saya diberikan kesempatan untuk menyampaikan visi dan program Pembangunan Indonesia sebagai sebuah negara kepulauan dengan titik berat konsep archipelagic State negara kepulauan yang berbasiskan kelautan. 

Filosofi saya dalam membahas masalah ini adalah pertama-tama Allah SWT telah memberikan Rahmat yang begitu besar kepada Bangsa dan Negara Republik Indonesia yang begitu Kaya Sumber daya alam, begitu banyak sumber daya manusianya dan mempunyai lokasi baik dari sudut Geopolitik dan sudut Geoekonomi sangat strategis serta mempunyai sumber daya alam yang begitu besar baik didaratan antara pulau-pulaunya maupun yang ada dilautan yang mengintari pulau-pulau itu.

karunia yang begitu besar ini tinggal bagaimana kita mengelola dan memanfaatkannya. kalau kita membaca surat Ar-rahman didalam Al-Quran barangkali dikatakan fabiayyi ala i rabbikuma tukadzibanDan Nikmat Tuhanmu yang mana lagi yang akan kalian dustakan? Sudah begitu besar Nikmat diberikan kepada bangsa dan Negara ini, maka kita akan menjadi kufur nikmat kalau kita tidak mampu mengelola dan memanfaatkan apa yang kita miliki ini untuk kemakmuran dan kemajuan bangsa kita. 

Pertama-tama masalah negara kepulauan, saya teringat apa yang dilakukan oleh seorang Sultan di Malaka, Namanya Parameswara dan ketika dia memeluk Islam dia mengganti namanya menjadi Sultan Iskandar syah yang pertama kali menulis sebuah kitab namanya Kanun Laut Kesultanan Malaka. itu adalah satu Interpretasi hukum Islam terhadap masalah kelautan, Mengingat posisi Selat Malaka yang sangat strategis pada waktu itu, yang dijadikan sasaran Perompak mulai dari Srilanka sampai ke Majapahit menurut peta Politik di zaman itu.

Kanun ini memberikan kewenangan kepada Malaka bertindak sebagai sebuah negara maritim untuk mengamankan Selat Malaka yang sejak awal abad ke 15 memainkan Peran Strategis dalam menghubungkan antara Asia Barat, Asia tengah dan Asia timur yang pada waktu itu orang Eropa belum sampai ke kawasan Asia. 

selat malaka itu sangat strategis. waktu saya ikut terlibat membuat film laksamana Cheng Ho, disitu mengapa dia diperintahkan oleh kaisar Ming untuk melatih tentara Malaka. dia latih tentara malaka dan pada waktu itu Laksamana Cheng ho  menempatkan 1000 pasukan Ming di Malaka, dengan tugas membantu malaka mengawasi selat Malaka itu. dan dia harus membantai 4500 Perompak, mulai dari Shilon sampai ke sriwijaya dan Majapahit. jadi sangat penting! tetapi harus kita waspadai juga, upaya yang sekarang dilakukan oleh Thailand untuk  membuat terusan diantara pulau Nicobar, Pulau Nikobar itu letaknya 180-an mill dari pulau sabang, dan dari pulau Nicobar itu adalah wilayah India paling tenggara. kita berbatasan langsung dengan India karena Pulau nicobar adalah milik India, hanya 180 an Mill dari pulau sabang. disitu memang thailand sedang mencoba untuk membuat terusan, sehingga kapal yang melintas dari lautan Hindia kelautan cina selatan untuk ke asia timur, tidak lagi melewati selat malaka.  ini yang harus kita waspadai, dan konon kabarnya singapura ada dibelakang Thailand dalam membackup pembangunan terusan itu yang mungkin akan memainkan peran penting sesudah terusan suez baru terusan panama. 

Mengapa kita lemah diselat Malaka ini? karena memang kekuatan dilaut kita tidak seimbang. kalau saudara lihat armada yang dimiliki oleh angkatan laut kita. yang sangat kurang pada kita itu adalah Kapal Patroli. Philipina mempunyai paling banyak kapal Patroli, ada 108. Singapura ada 59 dengan wilayah yang begitu sedikit, sementara Indonesia hanya punya 26 Kapal Patroli angkatan laut. tidak mungkin kita dapat mengawasi seluruh wilayah Indonesia. 

Jadi kalau tadi saya mengatakan bahwa kekuatan militer itu harus menjaga daerah penyangga diluar, itu harus Heavy Equipment.. yaitu Kapal selam, kemudian Real Freegate dan kemudian Destroyer itu diluar dari kapal pengintai. tapi selat Malaka itu terlalu sempit. kalau kita membangun jembatan dari Malaka ke kota Dumai itu hanya sejauh 48 kilometer dan itu juga sangat penting. bagi saya adalah membangun Jembatan selat sunda dan Jembatan yang menghubungkan Indonesia dengan Malaysia. tapi saya tidak mau mengikuti apa yang dilakukan oleh pemerintah sekarang. 

Jadi ingin saya katakan kepada saudara bahwa, masalah selat malaka itu serius dan pemerintah Amerika serikat itu sebenarnya memanfaatkan kelemahan kita di Selat Malaka untuk membangun Aliansi dengan Singapura. padahal singapura hanya menguasai sekian, tidak sampai 5% selat Malaka, hanya di Ujungnya aja. tapi Amerika Serikat dan Jepang itu membangun kerjasama dengan singapura untuk mengamankan selat malaka dan kita terus dikecam karena tidak mampu mengatasi Perompak yang ada di selat Malaka untuk kita disamakan seperti semuanya    

Problem seperti itu masih sama seperti sekarang. bersyukur kita, Bapak Mochtar Kusumaatmadja, guru Besar UNPAD dan Guru besar UI dibidang Hukum laut Internasional, memberikan Kontribusi yang cukup besar kepada Hukum dunia ketika Perserikatan Bangsa-bangsa pada tahun 1982 akhirnya men-sahkan apa yang disebut dengan United Nations Convention on The Law of The Sea ,Konvensi PBB tentang hukum laut. dengan Convention on The Law of The Sea (UNCLOS) ini, maka penegasan Indonesia sebagai archipelagic State menjadi Jelas! laut diantara 2 Pulau adalah wilayah teritorial negara itu. dan kalau sebuah negara dinyatakan sebagai sebuah negara kepulauan, maka dia dapat meng-klaim laut teritorial 200 Mil dari garis pantai ketika air surut terjauh, ketika terjadi surut dilaut sebagai zona ekonomi ekslusif! walaupun dia bukan teritorial langsung dari negara itu.

Pada tahun 2002, saya pada waktu itu dengan saudara menteri luar negeri Hassan Wirayudha itu menyelesaikan perundingan tapal batas dengan Vietnam. oleh karena kita merupakan negara kepulauan, maka kita menarik garis laut kita dari Pulau kecil diutara pulau Natuna sampai dengan perbatasan laut di ho chi minh city diselatan vietnam. Akibatnya pemerintah Malaysia Komplain karena dengan penetapan laut seperti itu maka malaysia barat-semenanjung dan malaysia timur-sabah dan sarawak,itu terpotong oleh laut Indonesia, sama seperti keadaan Pakistan barat dan Pakistan timur dipotong oleh India ketika Negara itu Merdeka pada tahun 1947. 

Jika terjadi Konflik antara India dan pakistan, maka Angkatan Udara Pakistan tidak dapat terbang dari Pakistan barat di Karachi ke Dhaka di Pakistan Timur,terpaksa mereka harus terbang melalui lautan Hindia. tapi kita menjamin Malaysia bahwa berdasarkan UNCLOS kita memberikan Jaminan meskipun kita perang dengan Malaysia, maka Pesawat Malaysia tetap dapat Melintas dari semenanjung ke Sabah dan Sarawak, dan karena kita memberikan konsesi-konsesi termasuk perlintasan damai dan aktivitas Nelayan-nelayan tradisional Malaysia yang beraktifitas dilaut kita yang membelah teritorial malaysia barat dan Malaysia Timur.

Ini terkait erat dengan Konsep pertahanan kita dilaut. secara garis besar, pertahanan kita dilaut itu dibagi dalam 3 kategori. pertama adalah pertahanan keluar atau daerah penyangga. kedua adalah pertahanan didalam yang menjadi daerah pertahanan sesungguhnya dilaut, yang ketiga adalah pertahanan inti yang terdapat disepanjang garis pantai dan didaratan dari pulau-pulau itu.

Kalau kita membanding kekuatan militer dunia dan kekuatan militer Asia, sekarang Posisi Indonesia memiliki kekuatan Militer ke 15 terkuat dunia hari ini! tapi kita juga tetap harus mewaspadai, sebuah negara kepulauan itu menjadi rawan.. Intruder dari luar yang setiap saat dapat mengancam kedaulatan negara dan sekaligus juga dapat bereksploitasi potensi kekuatan ekonomi kita yang ada dilaut. dari peta kekuatan militer dan peralatan senjata yang kita miliki sekarang ini nampak sekali bahwa kekuatan pertahanan kita di zona ekonomi ekslusif sangat lemah, karena pada sisi itu sebenarnya kekuatannya terletak pada heavy equipment! atau Alutsista berat yang meliputi kapal selam Real Freegate dan kemudian juga rudal jarak jauh serta pesawat-pesawat udara pengintai yang selama ini kita rasakan sangat lemah. 

Tapi ketika terjadi ketegangan regional di sekitar Sparkley, mau tidak mau ini harus memaksa Indonesia untuk mengkaji pertahanannya digaris luar itu. karena kelemahan kita pada daerah pertahanan penyangga itu, maka setiap saat kita tidak mampu mengawasi teritorial kita yang paling luar, baik dari segi pertahanan maupun dari segi ekonomi dalam bentuk masuknya kapal-kapal asing mencuri ikan bahkan juga mencuri minyak dan berbagai macam Potensi ekonomi yang ada dilautan. oleh karena itu saya ingin mengkombinasikan antara pembangunan kekuatan militer kita dilaut dalam konteks kedaulatan negara kita dan sekaligus juga menjaga ketahanan ekonomi kita sendiri.

Mengapa saya anggap ini sangat penting?? karena keutuhan teritorial mutlak bagi sebuah negara! dan ini negara-negara lain tidak begitu senang dengan kita. karena kita merativikasi UNCLOS, maka kita wajib membuka pintu bagi perlintasan internasional. Dan kita telah membuka 3 alur laut kepulauan Indonesia-ALKI, yang memberikan perlintasan damai. 

Pertama adalah dari Laut China Selatan sampai ke selat Sunda terus masuk ke lautan hindia bagi kapal-kapal tanker dan kapal perang yang akan melintasi wilayah asia tenggara. kedua adalah selat Makassar dan Selat Lombok, ketiga adalah dari kepala Burung Manokwari sampai ke kepulauan aru yang ada diselatan menuju ke australia.. dan ini menyebabkan banyak negara tidak senang. Amerika serikat memaksa kita untuk membuka ALKI dari barat ke timur, yang pada waktu saya jadi menteri kehakiman saya tolak dengan tegas! ALKI hanya 3, kita tidak membuka perlintasan laut dari barat ke timur.. yang ada adalah dari utara ke selatan dan itulah yang menyebabkan Australia tidak selalu merasa puas dengan keadaan ini karena pesawat udara mereka, kapal-kapal mereka tidak bisa keluar Australia, kecuali harus kulonuwun (Minta izin) dengan Pemerintah Republik Indonesia. Ini satu keadaan yang harus kita jaga!

Saya pernah memberikan izin kepada Angkatan laut Amerika Serikat ketika terjadi perang Irak, Armada Militer Amerika Serikat berangkat dari ghuam menuju ke teluk Persia, dan kita telah memberikan syarat-syarat bahwa perlintasan damai, semua meriam harus ditutup, semua senjata harus diletakkan,tapi tiba-tiba di selat Bali satu pesawat Amerika serikat F21 Hornet mengudara.. dan hanya dalam waktu 7 Menit radar kita di Madiun menangkap gerakan pesawat Amerika Serikat dan pada waktu itu kita 3 orang memutuskan kejar! dan hanya dalam 8 Menit, 5 Pesawat militer kita mengudara dari malang dan dari Madiun dan memaksa F21 Hornet untuk turun ke laut! walaupun senjata kita rongsokan tapi pada waktu itu kita masih punya harga diri untuk menghadapi Amerika Serikat Meskipun Kapal Induknya ada di selat Bali! 

Inilah pesan mengapa saya menganggap perlu! perubahan itu harus datang dari atas! tapi tetap berorientasi kepada rakyat supaya adil dan sejahtera. kalau kita membangun ekonomi kerakyatan sangat penting dari bawah! tapi tugas negara membangun kekuatan itu dari atas untuk mensejahterakan yang dibawah! dan untuk itu juga kita mengkaji ulang semua konsep negara kepulauan kita dalam kaitannya dengan pembangunan armada kita dilaut. 


(Pemaparan Prof. Yusril dihadapan Mahasiswa Unpad jatinangor, 21 Desember 2013)

COMMENTS

news
Name

alamat-dpw-pbb,1,artikel,1,berita-terkait,8,brigade,4,brita-terkait,1,dct,3,dpc-kotasukabumi,13,dpc-pbb-kota-sukabumi,3,dpp,11,dunia-islam,1,ekonomi,4,eksternal,8,headline,21,hukam,6,hukrim,4,hukum,8,ifs,4,internal,7,internasional,2,islam-nusantara,1,kappu-cab,8,kappu-pus,1,lentera-qalbu,7,lintas-dpc,3,lintas-dpw,8,lintas-media,25,mengenal-sosok,3,muslimat,1,nasional,16,news,112,opini,1,pbb-news,55,pemberitahuan,5,pemilu,6,pemuda,1,pendidikan,4,photo,2,pileg2014,3,politik,28,regional,6,sfari-lantang,1,sosial-budaya,2,suara-lantang,18,tentang,1,uud-45,2,youtube,4,
ltr
item
PBB Kota Sukabumi: Yusril: Kaji ulang semua konsep negara kepulauan kita !
Yusril: Kaji ulang semua konsep negara kepulauan kita !
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgxYq5b50iO1ICFh0Z2Kn6RfZYSQCckI76J14OAVOExSfM95lROxNVAyUebGmrmCG-SeqllT57teyFBn3x3FgCINBbG-j-ThT-cnMeZFrBmD2mRIaQgHydfO9-YpCQRLPbSmVeeUQhMZlY/s1600/KRI+365_1.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgxYq5b50iO1ICFh0Z2Kn6RfZYSQCckI76J14OAVOExSfM95lROxNVAyUebGmrmCG-SeqllT57teyFBn3x3FgCINBbG-j-ThT-cnMeZFrBmD2mRIaQgHydfO9-YpCQRLPbSmVeeUQhMZlY/s72-c/KRI+365_1.jpg
PBB Kota Sukabumi
https://lantangkotasukabumi.blogspot.com/2013/12/yusril-kaji-ulang-semua-konsep-negara.html
https://lantangkotasukabumi.blogspot.com/
https://lantangkotasukabumi.blogspot.com/
https://lantangkotasukabumi.blogspot.com/2013/12/yusril-kaji-ulang-semua-konsep-negara.html
true
5925006823826255797
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content