Sebagai kita katakan sebelumnya, bahwa orang Hindu pemuja berhala pun berpuasa. Tetapi pangkalan berpikir mereka, jauh berbeda dengan...

Sebagai kita katakan
sebelumnya, bahwa orang Hindu pemuja berhala pun berpuasa. Tetapi pangkalan
berpikir mereka, jauh berbeda dengan ajaran Islam. Kalau di ayat 183 surat
al-baqarah itu diterangkan bahwa maksud puasa adalah untuk membina ketaqwaan, maka
bagi mereka ialah menyiksa diri yang dinamai Raga dan juga untuk
mematikan kehendak-kehendak.
Karena menurut mereka selama raga ini masih
kuat teguh, selama itu pula terhambatlah nyawa mencapai kenaikannya ke derajat
yang tinggi, yang oleh penganut Budha disebut nirwana. Budha Gautama sendiri pun pada mulanya berpendirian
demikian, sehingga satu waktu raganya menjadi kurus kering seketika dia
bersemedi dibawah pohon bodhi.
Dalam kalangan Nasranipun dipandang
kehidupan yang lebih suci murni jika orang tidak kawin. Artinya, puasa terus-menerus daripada hubungan
kelamin. Terkadang pengaruh-pengaruh yang demikian masuk juga ke dalam kalangan
kaun Sufi dalam Islam. Sehingga Imam Ghazali sendiri pernah memujikan orang
yang tidak kawin. Sebab menurutnya berkeluarga bisa jadi melemahkan ‘azam buat
menuju thaiq (jalan) kepada mencapai fana.
Maka dengan demikian, apabila kita kembali
kepada ayat yang tengah kita baca, yaitu diperintahkan puasa supaya kalian bertaqwa, dapatlah kita
ambil jalan tengah sebagai kesimpulannya yang dikehendaki Islam dengan berpuasa
itu.
Sebulan penuh mereka disuruh berpuasa dari
muali fajar hingga waktu maghrib menahan makan dan minum, menahan bersetubuh
dan mengendalikan diri dari bercakap, melihat dan mendengar yang tidak ada manfaatnya, serta memperbanyak
ibadah. Sedangkan tempat mereka bergantung dari pekerjaan semua itu adalah
semata-mata karena ingin mendapat ridha Allah.
Apabila puasa ini dikerjakan dengan
bersungguh-sungguh dengan iman dan kesadaran (Iimaanan Wahtisaaban), maka akan terasa manfaat yang akan
dihasilkan dari selama sebulan kita berpuasa itu bagi jiwa kita. Lantaran itu
pula jika para ulama manganjurkan agar tiap malam pada bulan puasa itu
dibaharui niat. Niat hendak berpuasa besok karena Allah. Meskipun misalnya niat
itu tidak diucapkan, namun dapat dirasakan dalam hati.
COMMENTS