Belakangan ini di berbagai media dan kalangan masyarakat lagi rame membicarakan soal BLSM yang merupakan konpensasi kepada masyarakat misk...
Belakangan ini di berbagai media dan kalangan masyarakat
lagi rame membicarakan soal BLSM yang merupakan konpensasi kepada masyarakat
miskin atas kenaikan BBM, dengan bangganya pemerintah mengelu-elukan program
BLSM nya tersebut. meski dalam pengimplementasiannya masih menua berbagai macam
masalah seperti pendistribusian yang tidak merata, tidak tepat sasaran bahkan
ada sebagian oknum mengambil kesempatan menjadikan bahan jualan politik
menjelang PILKADA, PILKADES dan sebagainya.
Tapi tahuka masyarakat tersebut
dari mana asal Dana BLSM tersebut yang tidak dianggarkan dalam APBN dan tiba
tiba muncul Anggarannya di pertengahan tahun..?
BLSM tidak lain adalah suap yang harus dibayar oleh anak
cucu dari organsisasi neolib internasional. Besar kemungkinan di balik utang
tersebut Indonesia mengizinkan pasar sektor hilir migasnya dimasuki oleh
firma-firma multinasional dan transnasional seperti Shell, Total, dan lain-lainnya,"
Bagi perekayasa perekonomian di dalam kabinet saat ini,
kebijakan pencabutan subsidi BBM dikatakan memiliki trade off antara kemiskinan
dan pengangguran yang terjadi karena inflasi dengan penghematan anggaran alias
fiskal. Karena itu, agar dirasa tidak terlalu memberatkan rakyat karena tekanan
inflasi maka pemerintah menjalankan program BLSM untuk menyuap rakyat.
Program BLSM dibiayai Hutang Negara Buktinya tertera di
laman situs Asian Development Bank (ADB) bahwa BLSM bersumber dari hutang ADB
dengan nama singkatan proyek DPS atau Development Policy Support Program dan
World Bank dengan sumber utang bernama proyek DPLP tahap 3.
Pemerintah mengambil langkah ini karena nilai rupiah
sedang jatuh sehingga mengakibatkan tekanan neraca pembayaran di tengah
membesarnya bayaran cicilan dan bunga utang luar negeri. Jadi, kegagalan
ekonomi yang dicerminkan melemahnya nilai tukar ditanggung oleh rakyat melalui
kenaikan BBM.
Jadi masyarakat jangan Bangga dulu dengan program BLSM
yang digelontorkan pemerintah, tak ada yang gratis dijaman ini bung, itu semua
hanyalah akal akalan para elit politik mengatas namakan Bantuan untuk
masyarakat miskin padahal dibalik itu asal bantuan tersebut adalah hutang
negara dari world bank, yang akan menginterpensi ekonomi bangsa ini, sehingga
pada akhirnya mereka dengan bebas memainkan kedaulatan ekonomi bangsa
indonesia.
Intinya melalui program pembagian BLSM ini akan terlihat
enak untuk di nikmati namun pada akhirnya Anak Cucu kitalah yang akan
membayarnya kelak dengan menjual hasil sumber daya alam kita ke negara asing
pendonor bank dunia. entah sampai kapan perekonomian kita akan terus terjaja
oleh bangsa asing, jawabnya tentu saat pemimpin pemimpin bangsa ini akan serius
membangun bangsa indonesia bukan membodohi rakyatnya dengan menjual bangsa ini
ke pihak asing (Roelsyaf)
Oleh: Yanuar Amnur
COMMENTS