Jakarta - Universitas Negeri Jakarta menyelenggarakan Seminar Internasional yang bertajuk Perempuan, Bahasa, Sastra dan Budaya di Asia T...

"Kebudayaan adalah respons dari individu dan komunitas terhadap situasi di sekitarnya"Ungkap Yusril dalam acara Seminar,di Jakarta, kemarin.
Menurut Yusril kehidupan manusia mempunyai keperluan yang berawal dari kehendak untuk bertahan hidup , memenuhi kebutuhan hidup dan berkembang. Respons atas semua itulah yan kemudian menghasilkan budaya baik terungkap dalam bahasa, kekerabatan,peralatan maupun ekspresi terhadap keindahan. "respons terhadap lingkungan alam melahirkan pola-pola budaya yang mengandung kesamaan dasar antar komunitasnya",terang Yusril.
Ia kemudian mengisahkan pengalamannya ketika menelusuri jejak kebudayaan, jejak sebuah peradaban di daerah pagar alam, provinsi Bengkulu. Di daerah tersebut terdapat sebuah kerajaan yang umurnya jauh lebih tua dari kerajaan Sriwijaya." Sebelum ada Sriwijaya, telah ada kerajaan Sribuana dan kerajaan Srijaya" terang Yusril.Di bekas Kerajaan Tua tersebut di dapati sebuah Tower, yang didalamnya terdapat pahatan kerbau dan sebuah prasasti yang berbahasa ibrani, yang umurnya kurang lebih 5000 SM. Seorang Arkeolog dari jerman, tambah Yusril, pernah melakukan penelitian terhadap bangunan -bangunan tua di sekitar bekas kerajaan tua tersebut, dan hasil peneliannya menyatakan struktur dan bahan bangunan-bangunan tersebut memiliki kemiripan dengan bangunan-bangunan tua yang ada di Yerusalem.
Yusril menjelaskan sepanjang pengamatannya, arsitektur kawasan Asia Tenggara banyak memiliki kesamaan. Dari pahatan kerbau di tower kerajaan tua Srijaya di Pagar Alam, memberikan arti bahwa masyarakat Asia Tenggara , sangat menghargai kerbau, di karenakan mereka mampu menjinakkan bantanag yang semula liar itu. Kebanggaan mereka tersebut di aplikasikan ke dalam bentruk dan struktur bangunan tempat tinggal mereka.Ini terlihat dari model bangunan dari masyarakat Minang, Batak, palembang, Jawa, Mindanao dan daerah-daerah Asia Tenggara lainnya, memiliki kemiripan.
Dari segi bahasa,katanya, juga terdapat kemiripan dalam ungkapan.Ia mencontohkan kata wuwungan dalam bahasa melayu,jawa dan tagalog terdapat kemiripan. Dari situ ungkap yusril dapat kita pahami bahwa Budaya itu saling merespon, saling ambil-mengambil, saling mengadopsi.(Nvl)
Sumber: Menits.com
COMMENTS