Sering sekali kita mendengar dan membaca komentar dari orang-orang tentang Partai Bulan Bintang (PBB) mengenai maraknya korupsi yang dila...

Sering sekali kita mendengar dan membaca komentar dari orang-orang tentang Partai Bulan Bintang (PBB) mengenai maraknya korupsi yang dilakukan oleh anggota Partai diluar dari PBB. Ada yg bersikap secara sinis ada pula yang bersikap objektif tapi tidak banyak tahu sepak terjang PBB selama ini.
"Karena tidak duduk di DPR RI dan tidak dipemerintahan saja, maka PBB ngak korupsi"
"Belum sempat saja, coba kalau sudah duduk pasti sama saja dengan partai-partai yang lain"
dan banyak lagi komentar yang pada intinya kurang lebih sama..
Tapi mereka lupa bahwa PBB pernah duduk di DPR RI dan beberapa tokoh PBB menjadi menteri di beberapa pemerintahan di Indonesia. mereka mungkin lupa, karena selama dalam perjalanannya para Tokoh-tokoh PBB tidak ada di media karena terbukti korupsi. paling ada tuduhan-tuduhan yang tidak pernah terbukti dan tidak dapat dibuktikan karena memang tidak pernah ada perwakilan PBB yang melakukan kejahatan seperti korupsi.
MS Kaban, ketua Umum DPP PBB adalah salah satu orang yang pernah duduk di legislatif dan di pemerintahan. MS kaban pernah menjadi anggota DPR RI periode tahun 1999 - 2004, Di DPR RI ia termasuk anggota Panitia Anggaran dalam pembiayaan, pembelian daya angkut untuk militer dan kepolisian menghadapi krisis di ambon.
"Setelah selesai dari presentasi, dalam map saya sudah ada uang. padahal sama sekali saya tak minta. jelas saya tolak!" kata MS Kaban mengenai uang yang tidak jelas peruntukkannya
Langkah penggoyahan iman untuk menerima suap, bukan saja terjadi saat ia menjadi Anggota DPR RI. Ketika tahun pertama menjabat sebagai Menteri Kehutanan, godaan suap makin gencar berdatangan. apalagi MS Kaban sangat keras dan berhasil menangkap dan menggagalkan para Pembalak Liar (Illegal Logging). saking kerasnya maka makin "Keras" juga para pihak yang ingin menyuap dirinya, para penyuap tidak hanya datang ke kantor dan kerumah. tapi juga penyuap itu mendatangi ibunya di kampung halaman. dan tak hanya itu para penyuap juga menemui dirinya dimanapun dia berada.
"Saat saya berkunjung ke rumah mertua saya, penyuap itu juga tahu saya ada disana. tapi saya tak mau kompromi."
Selain dari sikap tegas yg dimilikinya, posisi dia sebagai Ketua Umum yang mengusung ideologi syariah Islam makin menjadikan tembok tebal untuk menahan godaan uang haram itu.
"Kalau saya sebagai ketua umum partai politik Islam menerimauang suap, tentu akan mencemarkan partai-partai politik Islam lainnya. dan nama Islam juga akan semakin jelek. karena itu, saya terus menolaknya hingga kini" Pungkas Kaban.
Tapi mereka lupa bahwa PBB pernah duduk di DPR RI dan beberapa tokoh PBB menjadi menteri di beberapa pemerintahan di Indonesia. mereka mungkin lupa, karena selama dalam perjalanannya para Tokoh-tokoh PBB tidak ada di media karena terbukti korupsi. paling ada tuduhan-tuduhan yang tidak pernah terbukti dan tidak dapat dibuktikan karena memang tidak pernah ada perwakilan PBB yang melakukan kejahatan seperti korupsi.
MS Kaban, ketua Umum DPP PBB adalah salah satu orang yang pernah duduk di legislatif dan di pemerintahan. MS kaban pernah menjadi anggota DPR RI periode tahun 1999 - 2004, Di DPR RI ia termasuk anggota Panitia Anggaran dalam pembiayaan, pembelian daya angkut untuk militer dan kepolisian menghadapi krisis di ambon.
"Setelah selesai dari presentasi, dalam map saya sudah ada uang. padahal sama sekali saya tak minta. jelas saya tolak!" kata MS Kaban mengenai uang yang tidak jelas peruntukkannya
Langkah penggoyahan iman untuk menerima suap, bukan saja terjadi saat ia menjadi Anggota DPR RI. Ketika tahun pertama menjabat sebagai Menteri Kehutanan, godaan suap makin gencar berdatangan. apalagi MS Kaban sangat keras dan berhasil menangkap dan menggagalkan para Pembalak Liar (Illegal Logging). saking kerasnya maka makin "Keras" juga para pihak yang ingin menyuap dirinya, para penyuap tidak hanya datang ke kantor dan kerumah. tapi juga penyuap itu mendatangi ibunya di kampung halaman. dan tak hanya itu para penyuap juga menemui dirinya dimanapun dia berada.
"Saat saya berkunjung ke rumah mertua saya, penyuap itu juga tahu saya ada disana. tapi saya tak mau kompromi."
Selain dari sikap tegas yg dimilikinya, posisi dia sebagai Ketua Umum yang mengusung ideologi syariah Islam makin menjadikan tembok tebal untuk menahan godaan uang haram itu.
"Kalau saya sebagai ketua umum partai politik Islam menerimauang suap, tentu akan mencemarkan partai-partai politik Islam lainnya. dan nama Islam juga akan semakin jelek. karena itu, saya terus menolaknya hingga kini" Pungkas Kaban.
COMMENTS