Partai Bulan Bintang sebagai sebuah Partai yang memperjuangkan kepentingan rakyat, dalam kajiannya jelas menolak dengan adanya rencana ...
Partai Bulan Bintang sebagai sebuah Partai yang memperjuangkan
kepentingan rakyat, dalam kajiannya jelas menolak dengan adanya rencana
kenaikan BBM yang sekarang ini kemungkinan besar akan segera di
realisasikan kenaikannya.
Menurut Tumpal Daniel, S. S.Pd.I.,M.Si., Wakil Sekjen DPP Partai Bulan Bintang,
PBB melihat masalah ini dari berbagai hal. yang utama adalah dengan
kenaikan harga BBM mau dengan dalih dan teori apapun yang jelas efek
dari kenaikan itu akan ikut menaikkan harga-harga barang yang lain.
otomatis pengeluaran masyarakat akan meningkat. walaupun dengan adanya
BLSM (Bantuan Langsung Sementara Masyarakat) dari pemerintah tidak SEPADAN / SEBANDING dengan beban ekonomi yang harus ditanggung masyarakat.
"Sekali naik tidak turun lagi, sedangkan BLSM ada batasnya dan hanya sementara.." Ucap Daniel.
Dimana masalahnya?
Dan masih menurut Daniel, Banyak InEfisiensi dalam pengelolaan Energi
Nasional, contohnya PERTAMINA. Pertamina itu lebih banyak di posisikan
menjadi DISTRIBUTOR sedangkan untuk pengelolaan dan proses melalui perusahaan asing.
Hasil Bumi di kelola asing dan di jual ke Pertamina. jadi kita harus membeli hasil bumi dinegara sendiri kepada pihak asing dengan harga yang di tentukan oleh asing bukan nasional.
Hasil Bumi di kelola asing dan di jual ke Pertamina. jadi kita harus membeli hasil bumi dinegara sendiri kepada pihak asing dengan harga yang di tentukan oleh asing bukan nasional.
Faktor kebijakan pemerintah juga berpengaruh, karena pemerintah belum
berani menjadikan pertamina sebagai perusahaan yang mengelola secara
penuh dari HULU ke HILIR.
Ada pertanyaan, Bukankah kebutuhan Nasional kita memang kurang?
Hal ini disebabkan pemerintah tidak berani mendorong Pertamina untuk
mengeksploitasi ladang-ladang dengan alasan untuk melakukan Investasi
biayanya sangat besar, padahal di indonesia ini banyak sekali
pengeluaran yang tidak perlu (Inefisiensi), kalau hal itu bisa di
lakukan dengan tegas maka tidak ada masalah bagi Pemerintah untuk
melakukan Investasi membuka ladang-ladang minyak baru.
"Banyak Inefisiensi di Indonesia, banyak pemain-pemain dan banyak
pihak-pihak yang bermain. ini sudah menjadi rahasia umum dan kita semua
tahu... cuma kalau kita bilang begitu nanti disangka menuding.." Tambah Daniel.
Energi Alternatif yang selama ini digadang-gadangkan pemerintah pun
ternyata hanya menjadi wacana dan tidak ada Eksekusi. Sebatas isu yang
hanya dijadikan bahan diskusi semata para elite.
"Dengan begini pemerintah mikirnya hanya cara dagang, bukan sebagai produsen. padahal Pertamina punya kemampuan..." Tutup Daniel

COMMENTS