Ketua Dewan Syuro DPP PBB, Prof. Yusril Ihza Mahendra menyatakan keheranannya dengan muncul berita di media online seolah-olah dia meng...
Ketua Dewan Syuro DPP PBB, Prof. Yusril Ihza Mahendra menyatakan
keheranannya dengan muncul berita di media online seolah-olah dia
mengatakan KPK sita aset Mantan Presiden PKS Lutfi Hasan yang terlibat
kasus korupsi impor sapi seperti cara PERAMPOK.
Didalam dua berita online yaitu metrojambi.com ( http://www.metrojambi.com/v1/hukum/18361--yusril-ihza-mahendra-kpk-sita-aset-lhi-seperti-cara-perampok.html) dan islamedia.web.id (http://www.islamedia.web.id/2013/05/yusril-ihza-mahendra-kpk-sita-aset-lhi.html) menyebutkan dengan jelas pernyataan itu.
Didalam dua berita online yaitu metrojambi.com ( http://www.metrojambi.com/v1/hukum/18361--yusril-ihza-mahendra-kpk-sita-aset-lhi-seperti-cara-perampok.html) dan islamedia.web.id (http://www.islamedia.web.id/2013/05/yusril-ihza-mahendra-kpk-sita-aset-lhi.html) menyebutkan dengan jelas pernyataan itu.
Menurut Yusril, wartawan Islamedia tidak pernah mewawancarai dia,dan berita itu adalah plintiran media. "Ini lebih banyak tafsiran dan kreasi media yang bersangkutan, berita tersebut lebih banyak plintiran menurut kemauannya sendiri" tambah Yusril
Berita ini setelah ditelusuri diangkat dari metrojambi.com dan di publish ulang oleh media Islamedia.com
Soal Perampokan ini, mungkin media lupa bahwa yang menyatakan hal itu berasal dari ketua DPP PKS Al Muzzammil Yusuf. "Bagaimana kalau mobil malam itu dibawa lari dan tidak sampai ke kantor KPK? kepada siapa kita klaim ini seperti perampokan," ujar Muzzammil dalam jumpa pers di Kantor DPP PKS Jalan TB Simatupang, Jaksel pada hari jumat lalu tanggal 10 Mei 2013.
"PKS tidak memiliki alasan apapun untuk menghalangi tindakan penegakan hukum penanganan korupsi. Tetapi yang tidak bisa kami terima ada orang datang tanpa identitas dan ingin membawa mobil. Security kami sudah melakukan tindakan yang benar," ujar Fahri Hamzah di kantor DPP PKS, Jl TB Simatupang, Jumat lalu tanggal 10 Mei 2013.
Mungkin media-media tersebut harus melakukan klarifikasi, karena ini
berhubungan dengan citra Dewan Syuro PBB yang sangat menghormati hukum
dan selalu berbicara dengan menggunakan logika dan data, bukan
menggunakan perasaan.
Yusril Ihza Mahendra mengatakan " Sy tdk ingin berita plintiran dimanfaatkan untuk menguntungkan PKS, dengan cara membenturkan saya dg KPK.Saya tdk dalam posisi membela PKS atau KPK dlm penyitaan mobil di di kantor Pusat PKS. Saya netral dalam kasus itu."
Yusril Ihza Mahendra mengatakan " Sy tdk ingin berita plintiran dimanfaatkan untuk menguntungkan PKS, dengan cara membenturkan saya dg KPK.Saya tdk dalam posisi membela PKS atau KPK dlm penyitaan mobil di di kantor Pusat PKS. Saya netral dalam kasus itu."

COMMENTS